Category: Berita Utama

  • Kapolda Metro Jaya  Umumkan Nomor WA, Untuk Terima Aduan Masyarakat Langsung

    Kapolda Metro Jaya  Umumkan Nomor WA, Untuk Terima Aduan Masyarakat Langsung

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Dadang Hartono menggelar bertemu dan bersilaturahmi dengan insan pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi, saran, dan masukan terkait pelayanan kepolisian serta persoalan keamanan yang menjadi perhatian masyarakat.
    Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Sabtu (10/10/2026) siang. Kapolda turut didampingi Wakapolda Metro Jaya Irjen Adex Yudiswan, dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto serta jajaran pejabat utama (PJU) Polda Metro Jaya.

    Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan keinginannya untuk mendengar langsung masukan dari wartawan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kinerja kepolisian.

    “Siang ini saya ingin bertemu dengan rekan-rekan wartawan. Tujuannya sebenarnya satu, saya ingin mendengar,” ujar Komjen Dadang.

    Jenderal bintang tiga itu menyampaikan bahwa aspirasi dan masukan merupakan bagian penting dalam upaya pembenahan institusi. Ia menyadari masih ada aspek pelayanan yang perlu ditingkatkan, mulai dari kinerja personel, sistem, hingga manajemen pelayanan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik.

    Selain menerima aspirasi, Kapolda berharap komunikasi dan silaturahmi dengan insan pers terus terjalin. Ia menilai media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga dapat menjadi masukan bagi kepolisian.

    Sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, keterbukaan terhadap aspirasi menjadi bagian dari upaya Polda Metro Jaya meningkatkan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan warga. Hal ini juga sejalan dengan tugas Polri untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

    “Jadi kita kerja untuk melayani, melayani Jakarta. Itu harus kita lakukan,” tegas Kapolda.

    Pada kesempatan itu, Kapolda juga membuka saluran komunikasi bagi masyarakat melalui WhatsApp di nomor 08118129494. Pengaduan dapat pula disampaikan melalui fungsi pengawasan internal dan Propam. Berbagai masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi persoalan dan menentukan langkah perbaikan.

    “Ini sangat berharga buat saya. Dan ini akan saya pikirkan dan tindak lanjuti,” pungkasnya.

  • Tingkatkan pelayanan publik, Kapolda Metro Jaya serap aspirasi pers

    Tingkatkan pelayanan publik, Kapolda Metro Jaya serap aspirasi pers

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Dadang Hartono menggelar bertemu dan bersilaturahmi dengan insan pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi, saran, dan masukan terkait pelayanan kepolisian serta persoalan keamanan yang menjadi perhatian masyarakat.
    Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Sabtu (10/10/2026) siang. Kapolda turut didampingi Wakapolda Metro Jaya Irjen Adex Yudiswan, dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto serta jajaran pejabat utama (PJU) Polda Metro Jaya.

    Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan keinginannya untuk mendengar langsung masukan dari wartawan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kinerja kepolisian.

    “Siang ini saya ingin bertemu dengan rekan-rekan wartawan. Tujuannya sebenarnya satu, saya ingin mendengar,” ujar Komjen Dadang.

    Jenderal bintang tiga itu menyampaikan bahwa aspirasi dan masukan merupakan bagian penting dalam upaya pembenahan institusi. Ia menyadari masih ada aspek pelayanan yang perlu ditingkatkan, mulai dari kinerja personel, sistem, hingga manajemen pelayanan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik.

    Selain menerima aspirasi, Kapolda berharap komunikasi dan silaturahmi dengan insan pers terus terjalin. Ia menilai media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga dapat menjadi masukan bagi kepolisian.

    Sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, keterbukaan terhadap aspirasi menjadi bagian dari upaya Polda Metro Jaya meningkatkan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan warga. Hal ini juga sejalan dengan tugas Polri untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

    “Jadi kita kerja untuk melayani, melayani Jakarta. Itu harus kita lakukan,” tegas Kapolda.

    Pada kesempatan itu, Kapolda juga membuka saluran komunikasi bagi masyarakat melalui WhatsApp di nomor 08118129494. Pengaduan dapat pula disampaikan melalui fungsi pengawasan internal dan Propam. Berbagai masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi persoalan dan menentukan langkah perbaikan.

    “Ini sangat berharga buat saya. Dan ini akan saya pikirkan dan tindak lanjuti,” pungkasnya.

  • Usai Dilantik Jadi Kapolda Metro, Komjen Dadang Langsung Sebar Nomor WA: Saya Ingin Dengar Kritik

    Kapolda Metro Dengarkan Aspirasi Wartawan, Dorong Peningkatan Pelayanan Polisi

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Dadang Hartono menggelar bertemu dan bersilaturahmi dengan insan pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi, saran, dan masukan terkait pelayanan kepolisian serta persoalan keamanan yang menjadi perhatian masyarakat.
    Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Sabtu (10/10/2026) siang. Kapolda turut didampingi Wakapolda Metro Jaya Irjen Adex Yudiswan, dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto serta jajaran pejabat utama (PJU) Polda Metro Jaya.

    Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan keinginannya untuk mendengar langsung masukan dari wartawan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kinerja kepolisian.

    “Siang ini saya ingin bertemu dengan rekan-rekan wartawan. Tujuannya sebenarnya satu, saya ingin mendengar,” ujar Komjen Dadang.

    Jenderal bintang tiga itu menyampaikan bahwa aspirasi dan masukan merupakan bagian penting dalam upaya pembenahan institusi. Ia menyadari masih ada aspek pelayanan yang perlu ditingkatkan, mulai dari kinerja personel, sistem, hingga manajemen pelayanan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik.

    Selain menerima aspirasi, Kapolda berharap komunikasi dan silaturahmi dengan insan pers terus terjalin. Ia menilai media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga dapat menjadi masukan bagi kepolisian.

    Sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, keterbukaan terhadap aspirasi menjadi bagian dari upaya Polda Metro Jaya meningkatkan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan warga. Hal ini juga sejalan dengan tugas Polri untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

    “Jadi kita kerja untuk melayani, melayani Jakarta. Itu harus kita lakukan,” tegas Kapolda.

    Pada kesempatan itu, Kapolda juga membuka saluran komunikasi bagi masyarakat melalui WhatsApp di nomor 08118129494. Pengaduan dapat pula disampaikan melalui fungsi pengawasan internal dan Propam. Berbagai masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi persoalan dan menentukan langkah perbaikan.

    “Ini sangat berharga buat saya. Dan ini akan saya pikirkan dan tindak lanjuti,” pungkasnya.

  • Kapolda Metro Jaya Dengarkan Aspirasi Wartawan, Dorong Peningkatan Pelayanan Kepolisian

    Kapolda Metro Jaya Dengarkan Aspirasi Wartawan, Dorong Peningkatan Pelayanan Polisi

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Dadang Hartono menggelar bertemu dan bersilaturahmi dengan insan pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi, saran, dan masukan terkait pelayanan kepolisian serta persoalan keamanan yang menjadi perhatian masyarakat.
    Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Sabtu (10/10/2026) siang. Kapolda turut didampingi Wakapolda Metro Jaya Irjen Adex Yudiswan, dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto serta jajaran pejabat utama (PJU) Polda Metro Jaya.

    Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan keinginannya untuk mendengar langsung masukan dari wartawan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kinerja kepolisian.

    “Siang ini saya ingin bertemu dengan rekan-rekan wartawan. Tujuannya sebenarnya satu, saya ingin mendengar,” ujar Komjen Dadang.

    Jenderal bintang tiga itu menyampaikan bahwa aspirasi dan masukan merupakan bagian penting dalam upaya pembenahan institusi. Ia menyadari masih ada aspek pelayanan yang perlu ditingkatkan, mulai dari kinerja personel, sistem, hingga manajemen pelayanan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik.

    Selain menerima aspirasi, Kapolda berharap komunikasi dan silaturahmi dengan insan pers terus terjalin. Ia menilai media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga dapat menjadi masukan bagi kepolisian.

    Sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, keterbukaan terhadap aspirasi menjadi bagian dari upaya Polda Metro Jaya meningkatkan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan warga. Hal ini juga sejalan dengan tugas Polri untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

    “Jadi kita kerja untuk melayani, melayani Jakarta. Itu harus kita lakukan,” tegas Kapolda.

    Pada kesempatan itu, Kapolda juga membuka saluran komunikasi bagi masyarakat melalui WhatsApp di nomor 08118129494. Pengaduan dapat pula disampaikan melalui fungsi pengawasan internal dan Propam. Berbagai masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi persoalan dan menentukan langkah perbaikan.

    “Ini sangat berharga buat saya. Dan ini akan saya pikirkan dan tindak lanjuti,” pungkasnya.

  • Pimpin Polri, Jenderal Suyudi Ario Seto Usung Transparansi dan Keadilan

    Pimpin Polri, Jenderal Suyudi Ario Seto Usung Transparansi dan Keadilan

    kapolri

    JAKARTA — Era kepemimpinan baru di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi dimulai di bawah komando Jenderal Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si.  Mengemban amanah besar sebagai pucuk pimpinan Polri, Jenderal Suyudi membawa arah kebijakan yang makin berorientasi pada pengabdian tulus, respons cepat, serta transparansi publik.
    Rekam jejak kepemimpinannya di berbagai posisi strategis—termasuk saat bertugas di jajaran Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya)—menjadi cerminan kuat komitmennya dalam menghadirkan kepolisian yang inklusif, akuntabel, dan humanis.

    Hadir dan Dekat untuk MasyarakatDalam arah kebijakannya, Jenderal Suyudi menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat. Bukan sekadar sebagai aparat penegak hukum, tetapi sebagai pelindung dan pengayom yang tanggap terhadap setiap dinamika di lapangan.”Polri harus senantiasa hadir untuk melindungi, dekat untuk mengayomi, dan cepat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.”Pendekatan pelayanan yang adil dan responsif ini dinilai menjadi kunci utama dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap korps Bhayangkara.

     

    Transformasi Hukum, Transparansi, dan AdaptasiDi bawah kepemimpinannya, penegakan hukum diarahkan agar bertindak secara adil, profesional, dan objektif. Transparansi juga menjadi pilar utama, dengan prinsip terbuka untuk diawasi guna memastikan akuntabilitas di setiap tingkatan instansi.

    Selain itu, menyikapi pesatnya perkembangan zaman dan kompleksitas kejahatan modern, Polri dituntut untuk selalu adaptif menghadapi perubahan. Penerapan teknologi canggih serta modernisasi pelayanan publik menjadi fokus utama untuk menghadirkan keamanan yang proaktif dan responsif.Langkah dan dedikasi Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto ini memberi harapan baru bagi terwujudnya institusi kepolisian yang makin dicintai masyarakat, profesional, dan siap mengawal stabilitas keamanan nasional.

  • Pimpin Polri, Jenderal Suyudi Usung Transparansi dan Keadilan

    Pimpin Polri, Jenderal Suyudi Usung Transparansi dan Keadilan

    kapolri

    JAKARTA — Era kepemimpinan baru di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi dimulai di bawah komando Jenderal Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si.  Mengemban amanah besar sebagai pucuk pimpinan Polri, Jenderal Suyudi membawa arah kebijakan yang makin berorientasi pada pengabdian tulus, respons cepat, serta transparansi publik.
    Rekam jejak kepemimpinannya di berbagai posisi strategis—termasuk saat bertugas di jajaran Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya)—menjadi cerminan kuat komitmennya dalam menghadirkan kepolisian yang inklusif, akuntabel, dan humanis.

    Hadir dan Dekat untuk MasyarakatDalam arah kebijakannya, Jenderal Suyudi menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat. Bukan sekadar sebagai aparat penegak hukum, tetapi sebagai pelindung dan pengayom yang tanggap terhadap setiap dinamika di lapangan.”Polri harus senantiasa hadir untuk melindungi, dekat untuk mengayomi, dan cepat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.”Pendekatan pelayanan yang adil dan responsif ini dinilai menjadi kunci utama dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap korps Bhayangkara.

     

    Transformasi Hukum, Transparansi, dan AdaptasiDi bawah kepemimpinannya, penegakan hukum diarahkan agar bertindak secara adil, profesional, dan objektif. Transparansi juga menjadi pilar utama, dengan prinsip terbuka untuk diawasi guna memastikan akuntabilitas di setiap tingkatan instansi.

    Selain itu, menyikapi pesatnya perkembangan zaman dan kompleksitas kejahatan modern, Polri dituntut untuk selalu adaptif menghadapi perubahan. Penerapan teknologi canggih serta modernisasi pelayanan publik menjadi fokus utama untuk menghadirkan keamanan yang proaktif dan responsif.Langkah dan dedikasi Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto ini memberi harapan baru bagi terwujudnya institusi kepolisian yang makin dicintai masyarakat, profesional, dan siap mengawal stabilitas keamanan nasional.

  • Kapolri Ingatkan Jajaran Polri Tetap Rendah Hati dan Peduli kepada Sesama

    Kapolri Ingatkan Jajaran Polri Tetap Rendah Hati dan Peduli kepada Sesama

    Kapolri Jenderal Suyudi Jadi Khatib Salat Jumat di Mabes Polri: Jabatan dan Pangkat Itu Amanah
    Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto saat menyampaikan khutbah salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Mabes Polri, Jumat (9/10/2026). (Foto: Dok. Polri)

    JAKARTA, iNews.id – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati dan tidak bersikap sombong, terutama bagi orang yang memiliki jabatan dan kekuasaan. Menurut dia, pangkat, kedudukan, dan harta merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan serta digunakan untuk memberikan manfaat bagi sesama.Pesan tersebut disampaikan Suyudi saat melaksanakan salat Jumat bersama jemaah di Masjid Al-Ikhlas, Mabes Polri, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 11.50 hingga 12.50 WIB itu juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan keimanan.Dalam arahannya, Suyudi mengingatkan bahwa jabatan maupun kekayaantidak seharusnya membuat seseorang merasa lebih tinggi daripada orang lain. Sebaliknya, setiap orang perlu bersyukur atas apa yang dimiliki dan tetap menghormati sesama.

    “Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain. Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana,” pesan Suyudi kepada para jemaah.

    Dia menegaskan, kerendahan hati merupakan bagian dari akhlak mulia yang perlu dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk bersikap bijaksana, peduli terhadap sesama, dan memberikan teladan yang baik.

     

     

  • Kapolri Jenderal Suyudi Jadi Khatib Salat Jumat di Mabes Polri: Jabatan dan Pangkat Itu Amanah

    Kapolri Jenderal Suyudi Jadi Khatib Salat Jumat di Mabes Polri: Jabatan dan Pangkat Itu Amanah

    Kapolri Jenderal Suyudi Jadi Khatib Salat Jumat di Mabes Polri: Jabatan dan Pangkat Itu Amanah
    Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto saat menyampaikan khutbah salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Mabes Polri, Jumat (9/10/2026). (Foto: Dok. Polri)

    JAKARTA, iNews.id – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati dan tidak bersikap sombong, terutama bagi orang yang memiliki jabatan dan kekuasaan. Menurut dia, pangkat, kedudukan, dan harta merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan serta digunakan untuk memberikan manfaat bagi sesama.Pesan tersebut disampaikan Suyudi saat melaksanakan salat Jumat bersama jemaah di Masjid Al-Ikhlas, Mabes Polri, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 11.50 hingga 12.50 WIB itu juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan keimanan.Dalam arahannya, Suyudi mengingatkan bahwa jabatan maupun kekayaantidak seharusnya membuat seseorang merasa lebih tinggi daripada orang lain. Sebaliknya, setiap orang perlu bersyukur atas apa yang dimiliki dan tetap menghormati sesama.

    “Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain. Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana,” pesan Suyudi kepada para jemaah.

    Dia menegaskan, kerendahan hati merupakan bagian dari akhlak mulia yang perlu dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk bersikap bijaksana, peduli terhadap sesama, dan memberikan teladan yang baik.

     

     

  • Dewan Pakar Pilih 3 Besar Kandidat DPD Awards 2026, Ini Daftarnya

    Dewan Pakar Pilih 3 Besar Kandidat DPD Awards 2026, Ini Daftarnya

    Dewan Pakar Pilih 3 Besar Kandidat DPD Awards 2026, Ini Daftarnya

    Jakarta – Dewan Pakar telah menggelar rapat perdana untuk membahas kandidat penerima penghargaan DPD RI Awards 2026. Dalam rapat yang berlangsung dinamis itu, Dewan Pakar menetapkan tiga kandidat terbaik dari masing-masing kategori yang akan mengikuti tahap seleksi berikutnya.
    Rapat perdana Dewan Pakar DPD Awards 2026 digelar di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026). Rapat berlangsung selama kurang lebih lima jam.

    Adapun Dewan Pakar DPD Awards 2026 yaitu Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol, Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H, dan Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc.

    Sejumlah anggota Dewan Pakar hadir secara langsung dalam rapat perdana tersebut. Sementara anggota lainnya tetap memberikan pandangan dan kontribusi dalam pembahasan.

    Ada empat kategori yang dibahas dalam DPD RI Awards 2026, yakni Kategori Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Kategori Pelestari Budaya Daerah, dan Kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan.

    Anggota DPD RI Agustin Teras Narang menjelaskan pembahasan setiap kandidat dalam rapat tersebut berlangsung ketat. Semua aspek diperhatikan agar kandidat yang terpilih nantinya memang yang terbaik.

    “Jujur kami katakan, kami melakukan penelitian ini secara betul-betul secara cermat sehingga kita harapkan bahwa siapapun nanti yang menjadi pemenang adalah betul-betul merupakan orang-orang yang memahami dan memberikan inovasi berkenaan dengan topik-topik yang tadi telah kita sampaikan bersama,” kata Teras Narang.

    Dia menjelaskan setiap kategori DPD Awards mempunyai tantangannya tersendiri. Namun Teras Narang menekankan bahwa setiap kontribusi dan inovasi yang dilakukan kandidat harus mempunyai kebermanfaatan untuk masyarakat.

    “Sehingga ada suatu semangat di dalam rangka untuk mengembangkan, apakah itu dalam bidang pendidikan, apakah itu dalam bidang kesehatan, terutama yang menyangkut masalah eh inovasi-inovasi. Inovasi-inovasi yang menggerakkan kehidupan bersama,” ujar dia.

    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf menjelaskan pada dasarnya semua kandidat yang masuk 10 besar sudah mempunyai kontribusi yang baik. Mereka telah terpilih dari seribuan peserta yang mendaftar untuk menjadi penerima penghargaan DPD Awards.

    “Dan kami agak kesulitan untuk memilih karena semuanya bagus. Tetapi saya harus berkaca ketika ini berbicara DPD RI Awards, DPD itu berbicara tentang pemerintahan daerah, provinsi, dan lain-lain. Sehingga kami selalu mencoba untuk mengidentifikasikannya, ini konteks kaitannya dengan pemerintah daerah apa? Ya. Bagaimana jika peran pemerintah daerah dan juga apa dampak yang diberikan dari kandidat-kandidat ini kepada pemerintahannya. Supaya tidak berdiri sendiri, karena konteksnya kita adalah DPD RI Awards,” ujar dia.

    Dede menilai aspek kebermanfaatan bagi daerah menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menilai para kandidat DPD RI Awards 2026. Dia melihat sejauh mana inovasi tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan dan perekonomian daerah.

    “Nah, itulah makanya kami di disebutnya dewan pakar, karena pakarnya mungkin konteksnya kepada urusan pemerintahan daerah. Kalau misalnya bilang, ‘Wah, ini cocoknya buat negara ni’, ya berarti ya negara yang harus melihat ini sebagai salah satu inovasi-inovasi yang, yang bagus gitu,” ujar Dede.

    Berikut daftar 3 besar kandidat DPD RI Awards 2026:

    1. KATEGORI PELESTARI BUDAYA DAERAH

    – Anitawati (Maluku Utara)
    – Endang Dzunuraini (Jawa Timur)
    – Muhammad Ridwan Alimuddin (Sulawesi Barat)

    2. KATEGORI PENGGERAK DESA MANDIRI PANGAN

    – Asep Hidayat Mustopa (Jawa Barat)
    – Anang Ismail (Jawa Tengah)
    – Rivan Rinaldi (Aceh)

    3. KATEGORI INOVATOR TEKNOLOGI KESEHATAN

    – Nur Arning Tengara Kasih (DKI Jakarta)
    – Megi Riomandala (Bengkulu)
    – Siti Nurmaini (Sumatera Selatan)

    4. KATEGORI INOVATOR PENDIDIKAN NON-FORMAL/PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

    – Alvian Wardhana (Kalimantan Selatan)
    – Egi Trialogi (Jawa Barat)
    – Taryaningsih (Jawa Timur)

  • Mereka yang Berjuang untuk Pendidikan di Daerah: Membuka Akses untuk Semua

    Mereka yang Berjuang untuk Pendidikan di Daerah: Membuka Akses untuk Semua

    10 Kandidat DPD RI Awards Bidang Pendidikan (dok. Istimewa)

    Jakarta – Sepuluh kandidat DPD RI Awards 2026 kategori Inovator Pendidikan Non Formal/Pendidikan Luar Sekolah melakukan berbagai upaya untuk memperluas jangkauan pendidikan di daerah. Para kandidat menjadi penggerak pendidikan untuk anak di daerah tertinggal hingga mendirikan sekolah alam.
    Sebanyak 10 kandidat ini telah ditentukan oleh panitia seleksi DPD Awards 2026. Proses penyaringan dimulai dari seleksi administrasi terhadap seribuan kandidat yang mendaftar.

    Panitia kemudian menentukan 50 besar kandidat sebelum akhirnya menyaring kembali hingga terpilih 10 besar kandidat di masing-masing kategori. Pada kategori bidang pendidikan ini, penghargaan akan diberikan kepada individu yang memiliki dedikasi dan berkontribusi dalam pendidikan nonformal.

    “Penghargaan diberikan kepada Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah yang berdedikasi dalam mengembangkan pendidikan nonformal dan memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat,” tulis DPD RI dalam laman resminya, seperti dilihat detikcom, Rabu (7/10/2026).

    Berikut sosok kandidat Inovator Pendidikan Non Formal/Pendidikan Luar Sekolah yang diurutkan berdasarkan abjad:

    1. Afakhrul Masub Bakhtiar
    Afakhrul Masub Bakhtiar adalah kandidat asal Gresik, Jawa Timur. Afakhrul menjadi pendiri Sekolah Ndeso, di sebuah desa di Gresik, Jawa Timur, pada tahun 2017. Sekolah Ndeso menerapkan model pendidikan kontekstual yang berakar pada kearifan lokal namun berorientasi pada masa depan.

    Sekolah Ndeso bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan sebuah ekosistem pengetahuan yang menyatukan tradisi, budaya, dan praksis atau pelaksanaan suatu teori ke dalam bentuk tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.

    Kandidat DPD RI Awards Afakhrul Masub Bakhtiar Foto: dok. Istimewa
    Filosofi Sekolah Ndeso sederhana tapi mendalam: dari akar lahir harapan, dari harapan tumbuh masa depan yang bermartabat. Landasan pembelajaran Sekolah Ndeso adalah metode TAR (Tumbuhkan, Alami, Rayakan).

    Konsep belajar Sekolah Ndeso menyentuh empat dimensi utama: Laku sebagai praktik nyata budaya pangan, Ingatan yang memperkuat memori kolektif, Doa yang menanamkan nilai syukur, serta Inovasi yang menjembatani tradisi dengan kreasi generasi muda.

    2. Alvian Wardhana
    Alvian Wardhana mendirikan Literasi Anak Banua pada tahun 2018. Literasi Anak Banua berfokus pada pemberdayaan anak serta pemuda adat melalui pendidikan di wilayah terpencil Kalimantan Selatan (Kalsel).

    Pendirian Literasi Anak Banua berangkat dari persoalan buta huruf, keterbatasan akses pendidikan, ketidaksesuaian kurikulum dengan konteks masyarakat adat serta kerentanan terhadap perubahan iklim.

    Kandidat DPD RI Awards Alvian Wardhana Foto: dok. Istimewa
    Sejumlah program pun dikembangkan, di antaranya bimbingan belajar dan literasi-numerasi, pendidikan iklim, pembangunan perpustakaan mini, pemberdayaan pemuda adat, inkubator iklim Meraki, SAFE for Gender and Climate serta Pelatihan Advokasi Pembaharu Muda Kalimantan Selatan.

    Program-program itu menggabungkan pendidikan, pengembangan kapasitas, kewirausahaan, advokasi, kesetaraan gender dan pemecahan masalah lingkungan. Praktiknya melibatkan pelajar-guru, pemuda adat, komunitas lokal serta berbagai mitra seperti UNICEF, UNESCO, Plan International, hingga Rockefeller Foundation.

    3. Egi Trialogi
    Egi Trialogi merupakan seorang guru honorer dan tutor pendidikan kesetaraan asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar). Dia mendirikan sekolah anak jalanan bernama Pustaka Raharja di Majalengka.

    Lewat Pustaka Raharja, Egi mengintegrasikan pendidikan kesetaraan, pembentukan karakter dan pemberdayaan ekonomi anak jalanan. Dia menyediakan sistem pembelajaran nonformal yang fleksibel dan berlandaskan kearifan lokal guna memutus rantai kerentanan sosial-ekonomi.

    Kandidat DPD RI Awards 2026 Egi Trialogi (Foto: dok. Istimewa)
    Egi membuka dan menggerakkan usaha yang dikelola langsung oleh peserta didik dengan bimbingan operasional, pelayanan, dan keuangan. Berikut ini unit usaha yang dikelola dan dijalankan anak didik Egi Trialogi:

    – Angkringan Senja: Layanan kuliner malam yang merakyat.
    – Dapoer Senja: Olahan pangan lokal dan katering.
    – Nusantara Steam: Pelatihan jasa perawatan kendaraan.
    – Toko Sayuran Berkah Nusantara: Tata kelola ritel dan distribusi bahan pangan segar.

    4. Fatmawati Arisuddin
    Fatmawati Arisuddin menggagas program Tukar Sampah dengan Ijazah Kesetaraan sejak tahun 2019. Program ini merangkul masyarakat prasejahtera di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar), dengan mengintegrasikan pendidikan kesetaraan, pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sampah.

    Program Tukar Sampah dengan Ijazah Kesetaraan menyediakan pendidikan Paket A, B, dan C secara gratis. Fatmawati juga mengajak warga mengumpulkan sampah plastik dan botol bekas yang diolah menjadi material pengganti batu bata untuk membangun fasilitas pendidikan.

    Kandidat DPD RI Awrads Fatmawati Arisuddin Foto: dok. Istimewa
    Kemudian gerakan ini diperluas melalui Program Keaksaraan Dasar dan Keaksaraan Usaha Mandiri bagi masyarakat yang belum mampu membaca, menulis, dan berhitung. Ada juga program Tukar Sampah dengan Beasiswa Kuliah untuk membantu lulusan Paket C melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

    Program-program yang dijalankan Fatmawati Arisuddin ini menghubungkan pendidikan, pelestarian lingkungan, kemandirian masyarakat dan gotong royong dalam satu ekosistem pemberdayaan desa.

    5. Gusti Mohammad Hamdan Firmanta
    Gusti Mohammad Hamdan Firmanta merupakan pendiri Kawan Netra, lembaga pendidikan untuk pendampingan tunanetra yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur, sejak tahun 2021. Kawan Netra menjalankan program Gerakan Tunanetra Mengaji (GTM) dan Buta Digital (BD).

    Program GTM digagas berangkat dari angka buta huruf Quran Braille (QB) di kalangan tunanetra muslim Indonesia yang cukup tinggi, yakni mencapai 95%. Mereka hafal Al Quran dan mahir qiroah, tapi untuk membacanya karena tak mampu.

    Kandidat DPD RI Awards Gusti Mohammad Hamdan Firmanta Foto: dok. Istimewa
    Program ini menjadi support system pendidikan baca tulis QB yang memastikan pembelajaran berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Di dalamnya terdapat pelatihan guru QB, Kegiatan Belajar Mengaji, Festival Tunanetra Mengaji dan kerelawanan.

    Sementara program BD merupakan program bimbingan dan pelatihan literasi digital bagi tunanetra agar bisa mandiri dan mengoperasikan platform digital. Dengan program ini, para tunanetra bisa menguasai sejumlah flat form digital dan bisa menghindarkan mereka dari penipuan.

    6. Kanaya Malika Amanda
    Kanaya Malika Amanda adalah kandidat berasal dari Kabupaten Bungo, Jambi. Dia merupakan penggagas dan penggerak program Edukasi Berjalan, yakni gerakan youth changemaker yang merangkum perjalanan 8 tahun Kanaya sebagai pendidik pemuda dan anak. Gerakan ini berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam memajukan pendidikan masyarakat marjinal.

    Inisiatif ini lahir dari minimnya pembangunan serta inovasi pendidikan oleh pemerintah daerah yang jarang melibatkan pemuda. Bergerak secara independen, Kanaya menggerakkan anak muda untuk merangkul, berbagi dan menginspirasi anak-anak dari komunitas rentan demi menciptakan akses pendidikan yang setara.

    Kandidat DPD RI Awards Kanaya Malika Amanda Foto: dok. Istimewa
    Hingga kini, Kanaya telah memimpin lebih dari 253 program pendidikan langsung bagi anak dan pemuda yang mencakup isu hak asasi manusia, lingkungan (sampah dan iklim), pemberdayaan perempuan, keamanan digital, pencegahan kekerasan dengan metode pendidikan sistem thinking (pendidikan bagaimana dunia bekerja: politik, ekonomi, sosial).

    Lewat program-program youth changemakers, gerakannya telah berdampak langsung pada 28.575 orang di 11 kota dan 2 negara, serta menjangkau partisipasi daring hingga ke 10 negara di tingkat lokal hingga internasional.

    7. Sofian
    Sofian mendirikan Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL), wadah pendidikan konservasi bunga puspa langka Bengkulu atau Rafflesia, sejak tahun 2010. KPPL didirikan berawal dari keprihatinan terhadap rendahnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian Rafflesia.

    Melalui KPPL, Rafflesia dijadikan sebagai media pembelajaran dan pintu masuk pendidikan lingkungan. Edukasi dilakukan melalui kegiatan pengenalan Rafflesia, pembelajaran langsung di habitat, ekspedisi, pengamatan, dokumentasi, kampanye konservasi, edukasi ke sekolah, komunitas, serta pemanfaatan media digital.

    Kandidat DPD RI Awards Sofian Foto: dok. Istimewa
    Pendekatan ini membuat pendidikan tidak hanya berlangsung secara teoritis, tetapi memberikan pengalaman nyata kepada masyarakat untuk mengenal, memahami, mencintai, dan menjaga kekayaan alam di sekitarnya. Kegiatan ini menempatkan masyarakat sebagai subjek sekaligus pelaku pendidikan konservasi Rafflesia.

    Pengetahuan yang diperoleh diarahkan menjadi kepedulian dan aksi nyata, seperti menjaga habitat Rafflesia, menyebarkan informasi konservasi, menerapkan etika saat berada di lokasi puspa langka, serta mengajak masyarakat lain untuk turut melestarikannya.

    8. Sri Wahyaningsih
    Sri Wahyaningsih merupakan inisiator Sanggar Anak Alam (SALAM), “Laboratorium Pendidikan” untuk melayani anak-anak dari jenjang PAUD hingga SMA. SALAM diinisiasi pada tahun 1988 di Desa Lawen, Banjarnegara, sebagai respons terhadap tingginya angka putus sekolah dan pernikahan dini.

    Kemudian, SALAM mengembangkan pendekatan “sekolah hadap masalah”, yaitu pembelajaran berbasis pengalaman nyata, pengamatan lingkungan, diskusi, riset, dan pencarian solusi bersama. Sejak 2000, pendekatan itu dikembangkan di SALAM, Nitiprayan, Bantul, melalui PKBM yang mendampingi anak usia dini hingga setara SMA.

    Kandidat DPD RI Awards Sri Wahyaningsih Foto: dok. Istimewa
    Proses belajar tidak berbasis mata pelajaran, tetapi riset sesuai minat anak dengan empat pilar utama, yaitu pangan, kesehatan, lingkungan hidup, dan sosial budaya, yang kemudian ditambah dengan energi.

    Melalui SALAM, proses belajar dibebaskan dari dinding kelas yang kaku dan teks hafalan. SALAM menjadikan lingkungan sekitar, potensi lokal serta peristiwa sehari-hari di masyarakat sebagai media utama pembelajaran.

    Belajar tidak lagi diartikan sebagai persiapan untuk ujian, melainkan proses mengalami dan memahami kehidupan itu sendiri secara kontekstual. SALAM membuktikan bahwa komunitas lokal mampu mengelola pendidikan yang inklusif, humanistis, dan memberdayakan tanpa harus bergantung penuh pada standardisasi kaku.

    9. Taryaningsih
    Taryaningsih mendirikan Kawasan Inklusif sebagai wadah pendidikan nonformal bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Kawasan Inklusif dibangun pada tahun 2019, inovasi pertama di Indonesia yang menghabiskan dana Rp 3 miliar lebih.

    Lewat Kawasan Inklusif, para penyandang disabilitas diberikan bekal keterampilan vokasi untuk mencetak disabilitasmart. Para penyandang disabilitas juga diajari langsung hidup berdampingan di masyarakat (bersosialisasi dengan non disabilitas).

    Kandidat DPD RI Awards Taryaningsih Foto: dok. Istimewa
    Pembangunan Kawasan Inklusif ini bertujuan untuk memberikan kesempatan pada disabilitas dan kelompok rentan untuk mempunyai rumah sendiri. Program ini membantu menciptakan infrastruktur yang ramah disabilitas (rumah dengan desain khusus).

    Taryaningsih juga berupaya menciptakan usaha untuk disabilitas dan memudahkan pemasaran karena menjadi satu sentra usaha (kawasan produktif).

    Layanan umum di kawasan ini didesain secara khusus agar aksesibel untuk disabilitas. Jalan juga dirancang khusus untuk disabilitas ada jalur kursi roda dan guiding block untuk disabilitas netra.

    10. Yudhi Hari Wibowo
    Yudhi Hari Wibowo merupakan inisiator ASN Mengajar, yakni gerakan nasional yang berawal dari pengalaman mengajar secara sukarela sejak 2017. Program ASN Mengajar dijalankan dan dipimpin Yudhi sejak 2022.

    Gerakan ini mengajak ASN di berbagai wilayah Indonesia berperan dalam pemerataan pendidikan bagi masyarakat prasejahtera melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal.

    Kandidat DPD RI Awards Yudhi Hari Wibowo Foto: dok. Istimewa
    ASN Mengajar menjalankan kegiatan pengajaran rutin, bantuan pendidikan, kelas minat dan bakat, kewirausahaan kreatif remaja, outing class, serta beasiswa dan bantuan perlengkapan sekolah.

    Kini, gerakan ini berbadan hukum sebagai Yayasan Pendidikan Dewantara Muda dan memiliki jaringan di enam wilayah binaan, yaitu Tangerang Selatan, Banda Aceh, Samarinda, Yogyakarta, Semarang, dan Jakarta Utara.